Rabu, 21 Oktober 2015

Pemuda Yang Dijanjikan!

Begitu berharganya waktu yang telah Allah Ta'ala berikan ini. Sungguh setiap detik yang terlewat hakikatnya adalah harta yang berkurang, banyak ataupun sedikit. Waktu yang Allah berikan ini bukanlah hal kecil, tidaklah Allah memberikannya begitu saja. Namun waktu yang di anugerahkan ini hakikatnya adalah amanah yang begitu besar. Amanah yang akan terus meminta kita untuk menunaikannya secepat mungkin. Ya, waktu adalah amanah yang suatu saat akan meminta pertanggung-jawaban atas diri-diri kita dihadapan sang pencipta, Allah Ta'ala.  Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:


“Dari Abi Barjah berkata, Rasululloh bersabda: Tidak akan bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ditanya empat perkara, tentang tubuhnya untuk apa ia gunakan? Tentang umurnya untuk apa ia habiskan? Tentang hartanya, dari mana ia mendapatkannya dan kemana ia menafkahkannya? Dan tentang kecintaannya terhadap ahli bait Rasululloh.” (HR. Imam At Thabrani)

Kelak di hari kiamat nanti seluruh manusia dikumpulkan di padang mahsyar untuk mempertanggung-jawabkan semua amal perbuatannya di dunia, disaat itulah kaki mereka tidak akan bergeser sedikitpun hingga ditanya kepadanya empat perkara. Salah satu diantaranya, tentang umur dan waktunya di dunia, untuk apa ia habiskan?

Ketahuilah, telah dikatakan dalam sebuah riwayat bahwa manusia berkumpul di padang mahsyar selama 50 ribu tahun waktu dunia, saat itu matahari akan didekatkan diatas kepala 1 Mil sedang manusia dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang dan tidak berkhitan. Mereka akan merasa sangat tersiksa, kebingungan yang dahsyat, hati dan pikiran yang kacau bahkan putus asa sehingga segala sesuatu saat itu akan memberatkannya. Lalu merekapun akan lupa dan saling lari menjauh, sehingga akan lari antara anak dari bapak-ibunya, istri dari suaminya dan seseorang dari saudara-saudaranya apalagi yang hanya sekedar sebagai teman di kehidupan dunia. Mereka hanya akan memikirkan keadaan masing-masing dalam keputus-asaan, penyesalan dan ketakutan yang luar biasa.

Sahabat, suatu kebahagiaan yang tiada tara ketika kita dihadapkan pada hal yang menyiksa dan membuat putus asa tersebut adalah pertolongan dari Dzat yang Maha Kuasa. Pertolongan yang dijanjikan pun akan datang karena disaat itu pulalah Allah akan melindungi dan menaungi orang-orang yang bertaqwa diantara kita. Naungan Allah pada hari itu adalah satu-satunya kebahagiaan sekaligus kabar gembira bagi mereka orang-orang yang bertaqwa untuk menuju surga yang telah disediakan.

Sungguh dahsyat malapetaka yang akan kita lalui kelak di hari akhirat nanti. Tidakkah kita sedikit berfikir tentang itu semua? Apakah hati kita telah tertutup sehingga tak mampu memandang dan memikirkannya?! Ataukah fatamorgana dunia yang hina ini telah melupakan kita dari mengingat itu semua? Ataukah karena kebodohan ini sehingga tidak mampu mengetahui dan memikirkannya. Allahul Musta’an, semoga Allah selalu menolong kita, selalu membuka mata hati dan pikiran kita serta membimbing diatas hidayahNya hingga saatnya nanti kita akan bertemu Allah Azza Wa Jalla. Wahai Allah sungguh pertemuan itu adalah kepastian, maka jadikanlah kami daripada hamba-hamba Mu yang beruntung.

Mari kita sedikit berfikir atas kabar kepastian dari Allah dan RasulNya ini, semoga bisa menyadarkan kita untuk segera kembali dan menata kembali hidup ini dengan aturanNya semata, dengan Islam yang sempurna.

Sahabat ketahuilah, bahwa dibalik kedahsyatan apa yang akan terjadi di akhirat nanti ternyata Allah Ta'ala telah memberikan kabar gembira melalui lisan RasulNya. Dan sungguh, kita adalah bagian dari orang-orang yang sedang Allah Ta'ala selamatkan. Kita adalah orang-orang yang sedang Allah Ta'ala bimbing menuju arah kebahagiaan, keselamatan abadi dan pertolongan di hari yang tidak ada pertolongan kecuali dariNya semata. Tidakkah menyadari bahwa hari ini, In Sya Allah kalian adalah pemuda yang sedang menjalani perkara-perkara yang akan menjadi penolong di hari akhirat yang mengerikan nanti.

Perkara-perkara yang sesungguhnya hari ini sedang kita jalani dan kita tempuh jalan perjuangannya, perkara yang akan menyelamatkan kita pada hari kesusahan di akhirat kelak, seperti apa yang Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sabdakan dalam sebuah hadits:

“Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Ada tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah, pada hari dimana tidak ada naungan selai nnaungan-Nya. Yaitu; Seorang imam yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah, seorang laki-laki yang hatinya selalu terpaut dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah yang mereka berkumpul karena-Nya dan juga berpisah karena-Nya, seorang laki-laki yang dirayu oleh wanita bangsawan lagi cantik untuk berbuat zina lalu ia menolak seraya berkata, 'Aku takut kepada Allah.' Dan seorang yang bersedekah dengan diam-diam, sehingga tangan kanannya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kirinya. Dan yang terakhir adalah seorang yang menetes air matanya saat berdzikir, mengingat dan menyebut nama Allah dalam kesunyian." (HR. Imam Muslimin)

Dalam hadits tersebut disebutkan tujuh golongan manusia yang akan Allah Ta'ala lindungi dan naungi di hari kiamat nanti, di hari saat manusia dikumpulkan di padang mahsyar. Dan tiga diantaranya adalah berkaitan dengan keadaan seorang remaja islam yang hidupnya penuh ketaqwaan, yaitu:  “pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah, seorang laki-laki yang hatinya selalu terpaut dan rindu dengan masjid, dan dua orang yang saling mencintai karena Allah yang mereka berkumpul karena-Nya dan juga berpisah karena-Nya.”

Sahabat bukankah hari ini kita sedang berjuang untuk kembali kepada islam yang murni dan mengajak manusia kepada perbaikan hidup dengan islam. Maka berbahagialah atas karunia ini, lalu bersyukur dan teruslah berusaha lebih baik. Teruslah berlomba-lomba dalam kemuliaan dan kebaikan.
Semoga dalam perjalanan perjuangan yang masih baru dimulai ini kalian telah menjadi pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah. Dunia  dan alam semesta tahu bahwa kini kalian dengan semangat dan rendah hati selalu menghadiri majlis-majlis ilmu, dengan kelemah-lembutan mengajak teman-temannya untuk sama-sama belajar islam serta mengamalkannya. Bukankah kalianpun adalah pemuda yang sudah menjanjikan seluruh hidup dan matinya hanya untuk ibadah kepada Allah semata? In Sya Allah.

Semoga selama ini kalian telah menjadi pemuda yang hatinya selalu terpaut dan rindu akan masjid. Karena dengan bangga kami telah mendengar, bahwa kalian saat ini adalah pemuda-pemuda yang senantiasa menjaga sholat, mendatangi masjid ketika dikumandangkan adzan dan menjadi pengisi shaf-shaf terdepan dalam sholat berjama’ah.  Sungguh kalian adalah cucu-cucunya Abu Bakar As Siddiq yang selalu mencintai rumah Allah dan kalian adalah penerusnya Umar bin Khattab yang senantiasa tegas untuk mengajak umat berjama’ah. Subhaanallah Walhamdulillah Allahu Akbar, sebuah kemuliaan yang sangat jarang didapatkan di zaman penuh kerusakan ini.

Dan kamipun yakin bahwa kalian telah menjadi pemuda yang bersih dari kecintaan kepada selain Allah, bersih dari cinta kepada makhluk dan meninggalkan cinta yang dilarang syari’at. Ya, kalian adalah pemuda yang dengan teguh untuk meninggalkan budaya pacaran yang sesat dan menyesatkan. Kemudian disaat itu pula rasa cinta dan kepedulian kalian dialihkan kepada hal-hal yang mulia. Dengan rasa cinta yang murni kalian selalu mencintai sahabat-sahabat yang lain karena Allah, kalian korbankan masa muda untuk berdakwah karena rasa cinta yang begitu besar kepada generasi muda yang sudah sakit dan rusak. Kalian pastikan jika bertemu dan berpisah hanya karena tujuan untuk Allah. Kalian adalah pemuda luar biasa, pemuda yang saling mencintai karena Allah, bukan karena hawa nafsu, bukan karena dunia dan bukan karena alasan budaya!

Wahai Allah, inikah cinta yang engkau janjikan balasannya di hari akhirat kelak? Maka saksikanlah, bahwa mereka adalah pemuda-pemuda yang engkau janjikan!

Sahabat marilah bersyukur atas karunia yang besar ini, karena ternyata perjuangan ini adalah perjuangan penuh cinta. Cinta atas amalan yang telah menjanjikan bagi kita naungannya di hari akhirat kelak. Cinta akan ibadah-ibadah yang semakin menguatkankan prinsip dan kekuatan dalam langkah-langkah perjuangan ini. Dan cinta diantara sesama yang murni hanya karena Allah Ta'ala, cinta yang akan membuatmu bahagia di dunia dan akhirat. Bersyukurlah sahabat, dan bersabarlah diatas perjuangan menuju kebangkitan dan kejayaan islam ini. Karena sungguh kalian adalah pemuda yang dijanjikan dan perjuangan ini adalah perjuangan penuh cinta. Uhibbukumfillaah, Allahu yubaarik fiikum.

(Arief Maulana Ibnu Fariid)